Makna Mendalam Selebrasi Romelu Lukaku

Feyenoord –

Romelu Lukaku mencetak gol saat AS Roma melawan Feyenoord di Liga Europa hari ini. Perayaan gol Belgia memiliki makna yang lebih dalam.

Roma menyambangi De Kuip, markas Feyenoord, pada laga pertama Liga Europa, Jumat (16/2/2024) dini hari WIB. Gol Lukaku menyelamatkan Giallorossi.

Sempat tertinggal lewat gol Igor Paixao di penghujung babak pertama, Lukaku menyamakan kedudukan di babak kedua. Striker berusia 30 tahun itu menyamakan kedudukan 1-1.

Usai mencetak gol, Lukaku merayakannya dengan upacara khusus. Pemain pinjaman Chelsea itu ditembak di kepala dengan satu tangan menutupi mulutnya.

Jelas sekali bahwa upacara tersebut mempunyai pesan yang mendalam. Melalui media sosialnya, Lukaku ingin menyebarkan pesan yang menyerukan diakhirinya genosida di Kongo.

“Keluar dari Republik Demokratik Kongo. Hentikan genosida,” tulis Romelu Lukaku di Instagram.

Republik Demokratik Kongo sendiri merupakan negara kelahiran orang tuanya. Di Kongo, perang saudara terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir, dan diperkirakan eskalasinya mungkin akan kembali meningkat.

Pada Piala Afrika 2023, para pemain kerap mencetak gol Lukaku saat lagu kebangsaan Kongo dikumandangkan.

Romelu Lukaku sendiri tampil bagus bersama AS Roma musim ini. Dia telah mencetak 16 gol dalam 29 pertandingan, rekor terbaiknya dalam tiga tahun terakhir. Saksikan video “Hancurkan Servette 4-0, AS Roma peringkat kedua Grup G Liga Europa” (saat itu/nonaktif)

Roma Menang Telak, De Rossi Marah-marah ke Lukaku & Paredes

Roma –

Kemenangan besar AS Roma atas Cagliari ditandai dengan momen Daniele De Rossi mencaci-maki Romelu Lukaku & Leandro Paredes. Pelatih Roma kesal dengan sikap duo tersebut.

AS Roma menang telak 4-0 saat menjamu Cagliari di Olimpico, Selasa (06/02/2024) dini hari WIB di Liga Italia. Dua gol dari Paulo Dybala dan masing-masing satu gol dari Lorenzo Pellegrini dan Dean Huysen memberi Giallorossi kemenangan ketiga berturut-turut.

Menariknya, kemenangan tersebut diwarnai ketegangan di kubu Roma. Pelatih Roma Daniele De Rossi meneriaki Lukaku dari pinggir lapangan setelah penyerang itu dibuat marah oleh bek Cagliari Yerry Mina.

Keduanya saling adu kepala hingga dipisahkan oleh wasit. Hal ini membuat De Rossi berang ketika Roma memimpin melalui gol cepat Pellegrini pada menit kedua.

“Pikirkan! Kita sudah unggul, tidak perlu bereaksi,” ucapnya dari pinggir lapangan.

Kejadian tidak berhenti sampai di situ. Di babak kedua, Mina mengalahkan Nikola Zalewski dan kemudian dipaksa berdiri oleh Nahidan Nandes.

Dengan menantang, Paredes membela rekannya dan berdebat dengan Nandez hingga keduanya mendapat kartu kuning. De Rossi kesal karena tidak bermain, apalagi Paredes bisa bermain lagi setelah dikeluarkan dari lapangan karena akumulasi kartu.

Dengar, saya senang ketika pemain berusaha melindungi rekan satu timnya. Tapi ketika sudah unggul 4-0, mereka harus pintar, kata De Rossi seperti dilansir Football Italia.

“Kami harus menghentikan perilaku seperti ini karena bodoh sekali mendapat kartu kuning saat kami unggul 4-0. Kami tidak bisa kehilangan pemain-pemain ini,” tambah pengganti Jose Mourinho.

[Gambas:Opta] (mentah/krs)