Sederet Gejala Penyakit TBC, Batuk Kronis hingga Berat Badan Turun

Selamat datang Costarica-Hotelkasha di Portal Ini!

Jakarta – Sederet Gejala Penyakit TBC, Batuk Kronis hingga Berat Badan Turun

Gejala Tuberkulosis atau Tuberkulosis (TB) yang Sering Diabaikan Ketika Batuk Tak kunjung reda dan Berat Badan turun banyak, Banyak Orang yang Tak Mengendalikannya

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkus) RI mencatat akan terdapat lebih dari 800.000 kasus baru tuberkulosis pada tahun 2023. Pada tahun 2022, jumlahnya mencapai 724 ribu kasus. Jumlah tersebut sama sejak tuberkulosis menjadi program prioritas nasional

Terkait peningkatan kasus, Dr. Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, mengatakan sistem deteksi dan pelaporan membaik selama epidemi. Hasilnya, kasus-kasus yang sebelumnya tidak dilaporkan terdokumentasi dengan baik 6 Gejala Penyakit Jantung yang Sering Terabaikan, Batuk hingga Kelelahan

“Sekitar 60 persen kasus yang dikutip dari laman Kementerian Kesehatan negara saya (Indonesia) tidak pernah ditemukan,” ujarnya. Menurut situs Mayo Clinic, tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Mycobacterium tuberkulosis. Virus dapat menular dengan mudah antar manusia. Secara umum, penderita TBC dapat menularkan virus melalui droplet yang dikeluarkan saat berbicara, batuk, atau bersin. Oleh karena itu, bakteri penyebab TBC paling mudah menular di tempat keramaian, terutama di dalam ruangan.

TBC juga merupakan salah satu penyakit mematikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2022, TBC akan menjadi penyakit menular paling mematikan kedua setelah COVID-19. Gejala TBC yang patut diwaspadai

Karena sangat menular dan mematikan, maka penting untuk mengetahui gejala penyakit tuberkulosis.Selain itu, infeksi tuberkulosis memiliki tiga stadium yang masing-masing memiliki gejala berbeda.

Berikut pembahasan mengenai penularan primer yang dikutip dari berbagai sumber

Tahap pertama disebut infeksi primer.Pada tahap ini, sel-sel sistem kekebalan tubuh mencari bakteri TBC

Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh akan menghancurkan virus yang menyerang, namun bakteri yang ditangkap masih dapat bertahan dan membelah diri

Infeksi primer biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun dalam beberapa kasus, orang yang terkena infeksi primer mungkin mengalami gejala mirip flu, seperti: demam ringan, kelelahan, batuk, infeksi laten.

Setelah infeksi pertama, tahap selanjutnya adalah infeksi laten. Pada tahap ini, sel-sel sistem kekebalan tubuh membentuk dinding di sekeliling lapisan paru-paru yang terinfeksi bakteri penyebab tuberkulosis.

Pada tahap ini, virus tidak aktif menginfeksi sampai sistem kekebalan tubuh mengendalikannya. Namun, bakteri akan bertahan. Infeksi laten Tidak ada gejala Infeksi aktif.

Infeksi aktif terjadi ketika sistem kekebalan tubuh tidak dapat mengendalikan infeksi. Bakteri tersebut akan menyebabkan penyakit pada paru-paru dan bagian tubuh lainnya. Sederet Gejala Penyakit TBC, Batuk Kronis hingga Berat Badan Turun

Biasanya infeksi terjadi setelah laten selama beberapa bulan atau tahun. Namun pada beberapa kasus, infeksi aktif dapat terjadi segera setelah infeksi pertama.

Pada tahap ini, gejala TBC akan muncul dan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Gejalanya antara lain: Batuk, terutama yang berlangsung selama berminggu-minggu, Batuk darah

Infeksi tuberkulosis dapat menyebar dari paru-paru ke bagian tubuh lainnya. Penyakit ini dikenal juga dengan istilah TBC non paru. Selain gejala infeksi aktif, TBC non paru juga dapat menimbulkan gejala berupa nyeri pada area yang terinfeksi.

Bagian tubuh lain selain paru-paru yang rentan terkena infeksi TBC: Ginjal Hati Otot Jantung Organ Vital Kelenjar Getah Bening Tulang dan Sendi Kulit Pembuluh Darah Dinding Kotak Suara (Lonx) Saksikan video “2024 Jepang meminta skrining TBC bagi wisatawan Indonesia. Menjadi kedua di dunia” (ath/atas)